Kamis, 27 Agustus 2009

PERUBAHAN SOSIAL

TEORI PERUBAHAN SOSIAL
1. Teori Evolusi
Berpijak pada teori evolusi Darwin dan dipengaruhi oleh pemikiran Herbert Spencer. Tokoh yang berpengaruh pada teori ini adalah Emile Durkheim dan Ferdinand Tonnies. Menurut emile, perubahan karena evolusi mempengaruhi cara pengorganisasian masyarakat terutama dalam kerja. Menurut Tonnies, masyarakat berubah dari masyarakat sederhana yang mempunyai hubungan yang erat dan kooperatif menjadi tipe masyarakat besar yang memiliki hubungan terspesialisasi dan impersonal. Ia tidak yakin bahwa perubahan-perubahan tersebut selalu membawa kemajuan bahkan muncul fragmentasi sosial, individu menjadi terasing, dan lemahnya ikatan sosial sebagai akibat langsung dari perubahan sosial budaya ke arah individualisasi dan pencarian kekuasaan. Gejala ini terlihat dalam masyarakat perkotaan. Dalam teori ini menyatakan bahwa perkembangan dapat muncul dengan cara dan dimasyarakat yang berbeda. Cirinya adalah:
a.peningkatan kemampuan manusia untuk menguasai alam
b.peningkatan spesialisasi dan divisi unit sosial
c.peningkatan interdependensi antar unit-unit sosial
2. Teori Konflik
Mempunyai beberapa asumsi :
a.setiap masyarakat merupakan subjek dari perubahan
b.setiap masyarakat pasti mengalami pertikaian dan konflik
c.setiap elemen masyarakat memberikan sumbangan terhadap disintegrasi dan perubahan
d.setiap masyarakat berdasakan pada paksaan yang dilakukan oleh satu anggota masyarakat ke anggota lainnya.
Merupakan pemikiran dari Karl Mark, bahwa konflik kelas sosial merupakan sumber yang paling penting dan berpengaruh dalam semua perubahan sosial. Konflik berasal dari pertentangan kelas antara kelompok tertindas dan kelompok penguasa sehingga akan mengarah pada perubahan sosial. Ralf Dahrendorf, bahwa semua perubahan sosial merupakan hasil dari konflik kelas di masyarakat. Ia yakin bahwa konflik dan pertentangan selalu ada dalam setiap bagian masyarakat. Menurutnya, prinsip dasar teori konflik adalah konflik sosial dan perubahan sosial.
3. Teori Fungsionalis
Teori ini berhasil menjelaskan perubahan sosial yang tingkatknya moderat. Penyebab perubahan sosial Menurut William Ogburn, meskipun unsur-unsur masyarakat saling berhubungan, beberapa unsurnya bisa saja berubah dengan sangat cepat sementara unsur lainnya tidak secepat itu sehingga tertinggal dibelakang. Ketertinggalan menjadikan kesenjangan antara unsur yang berubah sangat cepat dan yang berubah lambat. Perubahan benda-benda budaya fisik lebih cepat daripada perubahan dalam sistem dan struktur sosial. Oleh karena itu, perubahan seringkali menghasilkan kejutan sosial yang pada gilirannya akan memunculkan pola-pola perilaku yang baru, meskipun terjadi konflik dengan nilai-nilai tradisional. Teori ini memandang setiap elemen masyarakat memberikan fungsi terhadap elemen masyarakat lainnya. Perubahan yang muncul di suatu bagian masyarakat akan menimbulkan perubahan pada bagian yang lain pula.
4. Teori Siklus
Teori ini memandang perkembangan dalam sebuah masyarakat ibarat sebuah organisme. Ada masa kelahiran, masa kanak-kanak, kedewasaan, dan kematian sehingga membentuk sebuah siklus.
Perubahan masyarakat dapat dilihat dengan cara membandingkan keadaan masyarakat dalam suatu waktu tertentu dengan keadaannya yang lampau. Dalam proses perubahannya melewati beberapa saluran-saluran yaitu lembaga-lembaga kemasyarakatan pada bidang pemerintah, ekonomi, pendidikan, agama, rekreasi dan lainnya. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan tertentu akan diikuti dengan perubahan-perubahan pada lembaga sosial lainnya. Perubahan sosial yang cepat dapat menyebabkan disorganisasi (berpudarnya norma-norma dan nilai-nilai karena adanya perubahan dalam lembaga kemasyarakatan), hal ini dapat terjadi dikarenakan untuk proses penyesuaian diri. Selanjutnya diikuti dengan proses reorganisasi (proses pembentukan nilai-nilai dan norma yang baru agar sesuai dengan lembaga-lembaga masyarakat yang mengalami perubahan. Secara tipologis, perubahan-perubahan sosial dapat dikategorikan sebagai berikut :
a.Proses sosial
b.Segmentasi
c.Perubahan struktural
d.Perubahan-perubahan pada struktur kelompok.

Menurut Alvin L. Bertrand, proses perubahan sosial adalah :
1.Difusi adalah proses penyebaran unsur-unsur kebudayaan dari individu satu kepada individu lain atau dari satu masyarakat ke masyarakat lain. Masuknya unsur baru ke dalam suatu masyarakat melalui :
a.Perembesan damai (penetration pacifique), yaitu masuknya unsur baru ke dalam masyarakat tanpa kekerasan dan paksaan.
b.Perembesan dengan kekerasan (penetration violente), yaitu masuknya unsure baru ke dalam masyarakat dengan kekerasan dan paksaan sehingga kadang kala merusak kebudayaan masyarakat yang menerima.
c.Simbiotik, yaitu masuknya unsur-unsur kebudayaan ke atau dari dalam masyarakat yang hidup berdampingan.
2.Akulturasi atau kontak kebudayaan merupakan proses sosial yang timbul apabila suatu kelompok manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur-unsur kebudayaan asing sehingga unsur kebudayaan tadi lambat laun diterima dan diolah ke dalam kebudayaan mereka tanpa meninggalkan sifat khas kepribadian budaya aslinya. Contoh : corak pahat rumah orang Bali ditambah corak pahat dari Jawa.
3.Asimilasi adalah proses sosial tingkat lanjut yang timbul apabila suatu masyarakat dengan latar kebudayaan yang berbeda saling berinteraksi dan bergaul secara langsung dan intensif dalam waktu yang lama sehingga kebudayaannya berubah sifat dari yang khas menjadi kebudayaan yang baru dan berbeda dari aslinya. Contoh: pesta pernikahan dengan model pesta kebun
•Faktor-faktor pendorong asimilasi.
-toleransi antarkebudayaan yang berbeda
-kesempatan yang seimbang dibidang ekonomi
-sikap menghargai orang asing dan kebudayannya
-persamaan dalam unsur-unsur kebudayaan
-perkawinan campuran
•Faktor-faktor penghambat asimilasi
-terisolirnya kehidupan kelompok
-kurangnya pengetahuan akan kebudayaan lain
-perasaan takut terhadap kebudayaan lain
-perasaan bahwa kebudayaannya lebih tinggi dari kebudayaan lain
-golongan minoritas mendapat gangguan dari mayoritas
-perbedaan kepentingan
4.Akomodasi dapat berarti keadaan atau proses. Sebagai keadaan, menunjuk kepada adanya keseimbangan dalam interaksi antara individu dan kelompok sehubungan dengan norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku. Sebagai proses, menunjuk kepada usaha-usaha manusia untuk meredakan pertentangan-pertentangan. Akomodasi diperlukan bila dalam proses perubahan sosial terjadi konflik.
Tujuan adanya akomodasi :
1.mengurangi pertentangan
2.mencegah meledaknya suatu pertentangan
3.memungkinkan terjadinya kerja sama
4.mengusahakan terjadinya asimilasi

•Bentuk-bentuk akomodasi adalah :
1)Konsiliasi, merupakan pengendalian konflik melalui lembaga-lembaga tertentu yang memungkinkan tumbuhnya pola diskusi dan pengambilan keputusan atau sebagai suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya suatu persetujuan bersama. Contoh : penyelesaian konflik di lembaga perwakilan rakyat.
2)Mediasi, apabila penyelesaian konflik melalui konsiliasi tidak berhasil maka dapat memakai mediasi yakni dengan menunjuk pihak ketiga dengan persetujuan kedua belah pihak untuk memberikan nasihat dan tidak berwenang mengambil keputusan, bahkan nasihat tadi tidak memikat pihak-pihak yang bertikai. Contoh : menunjuk PBB sebagai pihak ketiga dalam penyelesaian konflik palestina Israel.
3)Arbitrasi, hampir sama dengan mediasi. Namun, pengendalian konflik melalui arbitrasi pihak ketiga yang ditunjuk memiliki wewenang dalam pengambilan keputusan yang harus ditaati oleh kedua pihak yang bertikai. Contoh : sengketa harta warisan dengan menunjuk pengacara sebagai pihak ketiga.
4)Kompromi, merupakan bentuk pengendalian konflik dengan cara pihak yang bertikai saling mengurangi tuntutannya agar tercapai titik temu. Contoh : pertiakian pemuda dengan jalan mufakat.
5)Coercion, bentuk pengendalian konflik yang dilaksanakan karena adanya paksaan. Contoh : pemerintah dengan rakyat biasa ketika terjadi penggusuran.
6)Adjudication, penyelesaian konflik lewat lembaga hukum. Contoh: perceraian dan pengambilan hak asuh anak.


BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL
1)Perubahan yang berlangsung secara lambat (secara evolusi) dan cepat (secara Revolusi).
Ciri perubahan evolusi antara lain perubahan seolah-olah tidak terjadi, berlangsung secara lambat, dan tidak menimbulkan disintegrasi kehidupan.
Ciri perubahan revolusi antara lain perubahannya secara cepat, menyangkut hal-hal yang mendasar, dan menimbulkan disintegrasi dalam aspek kehidupan masyarakat.
2)Perubahan yang pengaruhnya kecil dan besar.
Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan sosial yang tidak menyangkut berbagai aspek kehidupan dan perubahan itu tidak menimbulkan perubahan pada struktur sosial.
Perubahan yang pengaruhnya besar adalah perubahan sosial yang dapat membawa perubahan dalam berbagai aspek kehidupan dan menimbulkan perubahan pada struktur sosial.


3)Perubahan yang dikehendaki (direncanakan) dan perubahan yang tidak dikehendaki (tidak direncanakan).
Perubahan yang dikehendaki adalah proses perubahan yang memang dikehendaki atau direncanakan oleh pihak-pihak yang akan mengadakan perubahan.
Perubahan yang tidak dikehendaki adalah perubahan yang muncul di luar jangkauan pengawasan (perubahan yang tidak diinginkan).

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERUBAHAN SOSIAL
1)Faktor Geografis. Lingkungan fisik dapat mempengaruhi penduduk untuk mudah atau sulit mengalami perubahan. Seperti, sedikit banyak sumber kekayaan alam, temperature yang terlalu tinggi, badai dan lain-lain.
2)Faktor Teknologi. Penemuan-penemuan teknologi telah mengakibatkan perubahan sosial yang sangat luas dalam masyarakat.
3)Faktor Ideologi. Terdiri dari keyakinan dan nilai-nilai yang bersifat kompleks terdapat pada setiap masyarakat. Jika keyakinan-keyakinan dan nilai-nilai tersebut tidak lagi dapat memenuhi tuntutan kebutuhan masyarakat.
4)Faktor Kepemimpinan. Perubahan sosial seringkali dipelopori oleh pemimpin yang kharismatik karena mereka mampu menarik pengikut-pengikut dalam jumlah besar yang akan bergabung dengan mereka dalam gerakan sosial.
5)Faktor Penduduk. Peningkatan dan penurunan jumlah penduduk secara radikal menyebabkan perubahan dalam masyarakat.

FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT TERJADINYA PERUBAHAN SOSIAL
1)FAKTOR PENDORONG
a.Faktor Intern, bersumber dari dalam masyarakat yaitu :
-Bertambah atau berkurangnya penduduk
-Penemuan-penemuan budaya baru (discovery dan invention)
-Pertentangan-pertentangan dalam masyarakat
-Terjadinya pemberontakan atau revolusi di dalam tubuh masyarakat.
b.Faktor Ekstern, bersumber dari luar masyarakat yaitu :
-Perubahan lingkungan fisik di sekitar penduduk.
-Peperangan yang terjadi antarnegara
-Pengaruh dari kontak kebudayaan masyarakat lain (luar).

Menurut Soerjono Soekanto, faktor pendorong terjadinya perubahan sosial antara lain :
1.Sistem pendidikan dan ilmu pengetahuan yang maju
2.Sikap menghargai hasil karya orang lain dan kegiatan-kegiatan untuk maju
3.Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang
4.Sistem lapisan masyarakat yang berbeda
5.Penduduk yang heterogen
6.Ketidakpuasan manusia pada bidang-bidang tertentu
7.Orientasi mentalitas manusia ke masa depan
8.Niat menghargai pola hidup yang dinamis.
2)FAKTOR PENGHAMBAT
a.Kurangnya hubungan dengan masyarakat luar
b.Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat
c.Sikap masyarakat yang tradisional
d.Adanya kepentingan-kepentingan pribadi (vested interest)
e.Rasa takut akan terjadi kegoyahan pada integrasi kebudayaan
f.Prasangka terhadap hal-hal yang baru atau asing
g.Hambatan-hambatan yang bersifat ideologi
h.Kebiasaan-kebiasaan yang negatif
i.Nilai pasrah dalam hidup.

DAMPAK-DAMPAK PERUBAHAN SOSIAL BAGI KEHIDUPAN MASYARAKATS
Setiap bentuk-bentuk perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan mayarakat pasti akan membawa dampak bagi masyarakat. Dampak tersebut adalah :
1.Dampak positif, akan melahirkan kondisi hidup yang integratif.
2.Dampak negatif, akan melahirkan kondisi hidup yang disintegratif
A.Dampak positif perubahan sosial
1)Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Terlihat dalam bidang pendidikan yang dapat membawa kemajuan atau meningkatkan kualitas kehidupan manusia.
2)Terciptanya lapangan pekerjaan
3)Terciptanya tenaga kerja professional
4)Meningkatnya efektivitas dan efisiensi kerja
B.Dampak negatif perubahan sosial
1)Disintegrasi
-Disintegrasi masyarakat karena perubahan sosial budaya secara revolusi
-Disintegrasi masyarakat karena tidak berfungsinya lembaga-lembaga yang ada
-Disintegrasi masyarakat karena bentuk perubahan yang pengaruhnya besar
2)Pergolakan Daerah
-Program pembangunan yang dilaksanakan tidak memperhatikan kondisi sosial budaya masyarakat setempat
-Kurang berfungsinya lembaga-lembaga kontrol masyarakat
-Ketidakstabilan situasi politik dan keamanan nasional
-Sarana-sarana komunikasi dan interaksi sosial antardaerah di berbagai bidang tidak berjalan dengan baik
-Terjadinya kesenjangan sosial ekonomi di masyarakat
-Masing-masing kelompok atau daerah mempunyai kesetiaan primordialisme yang berlebihan sehingga timbul konflik antarsuku atau antarkelompok karena sejak dulu dari nenek moyangnya menyimpan dendam.

Meminimalkan Pergolakan Daerah
1.Menyusun perencanaan pembangunan sebaik mungkin yang mengarah pada peningkatan kualitas kehidupan mayarakat dan berusaha meminimalkan terjadinya konflik di masyarakat.
2.Memfungsikan secara optimal lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan sebagai kontrol sosial
3.Mengefektifkan sarana-sarana komunikasi, interaksi, atau kerjasama antarkelompok maupun antardaerah dengan baik
4.Kelangsungan pembangunan harus diupayakan secara bersama-bersama dengan mengajak seluruh mayarakat
5.Proses pembauran bangsa atau pembauran antarsuku bangsa harus tetap dijalankan, demikian juga proses transmigrasi tetap terus dijalankan
6.Mempertegas pelaksanaan tata nilai hokum dalam kehidupan berbangsa dan bernegara
7.Masyarakat dibudayakan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945 melalui lembaga formal, informal, maupun nonformal.
3)Kenakalan Remaja Adalah semua perbuatan anak remaja yang berlawanan dengan ketertiban umum (nilai dan norma) yang ditujukan pada orang, binatang, dan barang-barang yang dapat menimbulkan bahaya atau kerugian pada pihak lain. Bentuknya seperti, kebut-kebutan dijalan, membentuk kelompok (gengs) yang negatif atau mengarah ke destruktif, penyimpangan seksual, kriminalitas, memakai dan memasuki jaringan pemakai obat-obatan terlarang, dan lain sebagainya. Kenakalan remaja dapat muncul karena ada gejala-gejala yang menyebabkan, contoh : anak yang tidak disukai temannya atau kurang perhatian, anak-anak yang suka mengeluh-mengalami fobia-suka dusta, anak-anak yang suka mengganggu teman-temannya, anak-anak yang menganggap guru atau orang tua bersikap tidak adil, dan lain-lain.

Faktor-faktor penyebab terjadinya kenakalan remaja
1. Faktor Intern
a. Faktor kepribadian. Kerpibadian adalah suatu organisasi yang dinamis pada sistem psikosomatis dalam individu yang turut menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya s
b. Faktor kondisi fisik. Mencakup segi cacat atau tidaknya secara fisik dan segi jenis kelamin, biasanya terjadi kekecewaan atas kondisi fisiknya karena merasa kurang sempurna bila melihat kelebihan orang lain.
c. Faktor status dan peranannya di masyarakat. Masyarakat kurang menerima posisi mereka karena mungkin pernah di cap negatif, misal mantan narapidana.
2. Faktor Ekstern
a. Kondisi lingkungan keluarga
b. kontak sosial dari lembaga masyarakat kurang baik atau kurang efektif
c. Kondisi geografis atau kondisi fisik alam
d. Faktor kesenjangan ekonomi dan disintegrasi politik
e. Faktor perubahan sosial budaya yang begitu cepat.
•Ada beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mencegah atau mengurangi tingkat kenakalan remaja, antara lain sebagai berikut :
1.Usaha Pencegahan secara preventif atau represif oleh lembaga pemerintah : penerangan tentang masalah generasi muda, sanksi yang tegas, mendirikan pusat pelatihan atau rehabilitasi dan lembaga pendidikan formal. Atau lembaga swasta : dengan kegiatan sosial melalui organisasi kemasyarakatan, mendirikan lembaga pendidikan swasta dan lembaga sosial masyarakat tingkat RT dan RW.
2.Usaha yang sifatnya bimbingan, seperti memberikan simpati dan atau kasih sayang secukupnya, berusaha untuk mengerti individu, menanamkan kesadaran agar anak bersemangat untuk menapai hasil sebaik-baiknya, menamkan nilai spiritual dan nilai agama.
4)Kriminalitas Adalah suatu tindakan kejahatan yang secara tegas telah melanggar nilai dan norma yang berlaku di masyarakat dan membawa kerugian, baik psikis maupun fisik, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Menurut E. H. Sutherland, proses sosial yang menyebabkan seseorang melakukan kriminalitas yaitu :
a.Faktor Imitasi adalah proses meniru atau mencontoh pola perilaku yang dilakukan orang lain.
b.Pelaksanaan peranan sosial. Pelaksanaan peran seseorang di masyarakat yang tidak didasarkan pada nilai dan norma atau harapan masyarakat umum maka ia akan dikucilkan lalu ia akan mudah melakukan tindakan yang menyimpang hukum.
c.Proses asosiasi diferensial. Individu yang memiliki kecenderungan tidak baik akan melakukan kontak interaksi intim dengan perkumpulan-perkumpulan kecil yang suka beraktivitas negatif, dalam kelompok kecil itu dia mempelajari.
d.Kompensasi, karena tekanan jiwa disebabkan oleh ketidakmampuan individu mencari jalan keluar secara positif maka akan mengalihkan ke dalam bentuk kejahatan.
e.Identifikasi, diawali dengan coba-coba, ingin menyamakan diri dengan orang lain yang melakukan kejahatan.
f.Kekecewaan yang luar biasa karena kondisi psikologis yang tidak terkendali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar